banner
banner

Achmad Hafisz Tohir: Kebijakan Impor Bawang Putih Sangat Disesalkan

Achmad Hafisz Tohir: Kebijakan Impor Bawang Putih Sangat Disesalkan
Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir

JAKARTA - Kebijakan mengimpor bawang putih oleh Kementerian Perdagangan sangat disesalkan. Impor bawang putih dalam jumlah besar tersebut telah mencederai kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

“Sama sekali tidak ada konsep ketahanan pangan, " sesal Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Minggu (16/5/2021).

Impor tersebut dilakukan justru di tengah kemajuan teknologi dan tersedianya lahan yang sangat luas di Nusantara. Menjadi ironis, bangsa yang sudah bertahun-tahun merdeka malah tidak bisa menanam bawang putih untuk kebutuhan di dalam negeri.

Menurut politisi PAN itu, skema impor hanya akan menambah beban keuangan negara dan beban penderitaan rakyat. Apalagi, porsi utang akan semakin banyak untuk membiayai impor. Seperti diketahui, Kemendag telah mengimpor 76.568 ton bawang putih. (mh/sf)

Achmad Hafisz Tohir DPR RI KOMISI XI PAN
banner
POLITISI.ID

POLITISI.ID

Previous Article

Anis Byarwati: Rencana Pemerintah Gulirkan...

Next Article

Lisda Hendrajoni: Rawan Bencana, Sumbar...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update verified

Sumartono

Sumartono

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Nov 15, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 25, 2020

POLITISI.ID

POLITISI.ID verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Jul 9, 2020

Steven

Steven verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Update verified

Hasannudin Wahid Usulkan Menparekraf ‘Work From’ Dieng
Sudewo: Kegagalan Konstruksi Tol Jawa Harus Jadi Bahan Evaluasi
Sari Yuliati Prihatin Masih Ada Hiburan Malam yang Beroperasi di Masa Pandemi
Komarudin Watubun Dukung Penguatan Lembaga HAM di Papua
banner

Follow Us

banner