Hari Kebangkitan Nasional, Nevi Zuairina: Transformasikan Semangat Heroisme sebagai Keberanian Berkontestasi

Hari Kebangkitan Nasional, Nevi Zuairina: Transformasikan Semangat Heroisme sebagai Keberanian Berkontestasi
Anggota DPR RI Nevi Zuairina

JAKARTA - Anggota DPR RI Nevi Zuairina mengatakan, dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, semangat heroisme para pahlawan mesti ditransformasikan sebagai keberanian generasi milenial untuk berkontestasi menggunakan ide-ide kreatif yang meluas pada spektrum antar negara, bahkan lintas benua.

"Jika dahulu mereka yang disebut pahlawan adalah orang yang berjuang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, namun definisi pahlawan saat ini lebih kepada warga negara yang melakukan tindak kepahlawanan, berjasa dan berkorban untuk bangsa dan negara, serta tidak melakukan tindakan yang menodai nilai perjuangannya, " tutur Nevi dalam keterangan persnya, Rabu (19/5/2021).

Nevi menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 juga disebutkan bahwa orang yang menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi bangsa dan negara juga mencirikan nilai kepahlawanan. "Artinya setiap warga negara memiliki kesempatan untuk bisa menjadi pahlawan, " ucapnya.

Legislator dapil Sumatera Barat II ini mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang terus mengingat jasa pahlawannya. Namun, sebagai bangsa yang besar di era digitalisasi teknologi informasi yang terus berkembang, sangat perlu untuk tetap mengingat tentang heroisme para pejuang negeri ini.

"Saat ini, tantangan bangsa kita tidak lagi berjuang menghadapi musuh berupa negara-negara penjajah. Itu tantangan satu abad hingga tujuh dekade yang lalu, ketika kolonialisme masih menjadi bagian dari interkoneksi antarbangsa. Tantangan pada masa kini, pada era digital, tentu sangat berbeda yakni dengan segenap kompleksitas persaingan ekonomi, diplomasi lintas negara, kontestasi identitas, hingga perebutan energi antarkorporasi, " paparnya.

Politisi PKS ini menggambarkan, hidup pada zaman di mana inovasi digital menjadi bagian dari anugerah sekaligus musibah bagi manusia masa kini. "Kita hidup pada zaman dimana narasi kepahlawanan dicatat dengan cara yang berbeda dibandingkan tujuh dekade silam. Dengan percepatan inovasi teknologi, serta tumbuhnya perusahaan raksasa di bidang digital, riset-riset untuk mencipta mesin-mesin canggih yang dilengkapi artificial inteligence (AI) sangat memanjakan manusia, " kata Nevi.

Ia menambahkan, Indonesia sedang menghadapi tantangan zaman berupa masuknya teknologi yang demikian masif, namun belum dibarengi dengan literasi digital yang signifikan. Apalagi teknologi 5G yang kecanggihannya 100 kali lipat dari saat ini akan segera rislis di masyarakat dimana semua dukungan akan lambat laun akan mengikuti dengan cepat.

"Tantangan terbesar bangsa ini yakni bagaimana memanfaatkan kreatifitas di bidang teknologi, inovasi media, hingga kecanggihan AI untuk menyebarkan kebaikan yang merata. Jika kita tidak sanggup menghadapi gelombang pasang teknologi, maka bencana menghadang di depan mata, " tandasnya.

Dikatakannya, lapisan generasi Indonesia masa kini dan mendatang menghadapi tantangan yang sama sekali berbeda dengan apa yang diperjuangkan pendiri bangsa. Jejak heroik para pahlawan bangsa harus diperas saripati dan teladannya untuk ditransformasikan pada masa kini. Kerja keras, kreativitas, keteguhan, solidaritas, sekaligus integritas sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus dihadirkan pada perebutan kekuatan dan kreativitas di era ini.

"Pahlawan-pahlawan milenial haruslah tampil untuk menjadikan bangsa Indonesia tidak sebagai pasar digital, namun sebagai pemain aktif dalam kontestasi digital masa kini. Di masa yang akan datang,  estafet kepemimpinan bangsa ada di pundak anak-anak muda penerus jalan geraknya bangsa ini. Bangkit terpuruknya bangsa ini di masa depan, akan sangat bergantung kualitas kekuatan anak-anak muda generasi milenial saat ini, " tutup Nevi Zuairina. (dep/es)

Nevi Zuairina DPR RI PKS
POLITISI.ID

POLITISI.ID

Previous Article

Guspardi Gaus: KPK dan Penegak Hukum Diminta...

Next Article

Lisda Hendrajoni: Rawan Bencana, Sumbar...

Related Posts

Peringkat

Profle

POLITISI.ID verified

Update

Update verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Sep 21, 2020

Narsono Son

Narsono Son verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 4

Registered: Sep 22, 2020

MEDIA POLITISI

MEDIA POLITISI verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Sep 22, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 25, 2020

Profle

Achmad Sarjono verified

Junaidi Auly: Pemerintah Harus Extra Waspada dan Redam Keinginan Terhadap Utang
AFK Majid Resmi Jadi Ketua LPP PKB Barru
Dedi Mulyadi: KLHK Punya Peranan Penting Jaga Kelestarian Alam
Ratna Juwita Sari Sayangkan Pemerintah Belum Kabulkan Kebutuhan Dana Abadi Pesantren

Follow Us

Recommended Posts

Dedi Mulyadi: KLHK Punya Peranan Penting Jaga Kelestarian Alam
Ace Hasan Dukung Sinergi BWI dan Kemenag untuk Literasi Perwaqafan
Ace Hasan Dukung Baznas Kelola Dana Zakat BUMN
Saleh Daulay Pertanyakan Strategi Pemerintah Hadapi Varian Baru Covid-19
Cegah Varian MU, Netty: Jangan Ragu Tutup Akses Masuk Indonesia