Selama 2021 KPK Berhasil Lakukan Asset Recovery Rp374,4 Miliar

Selama 2021 KPK Berhasil Lakukan Asset Recovery Rp374,4 Miliar
Ketua KPK Firli Bahuri

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan asset recovery sebesar Rp374, 4 Miliar dari sejumlah penanganan perkara tindak pidana korupsi selama 2021. 

Hal ini diungkapkan Ketua KPK Firli Bahuri, dalam Konferensi Pers Kinerja KPK Tahun 2021 yang digelar di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/12/2021) dan disiarkan secara online melalui kanal youtube KPK.

"Asset recovery tersebut disetorkan ke kas negara senilai Rp192 miliar, ke kas daerah sebesar Rp4, 3 milliar, dan pemindahtanganan Barang Milik Negara (BMN) mencapai Rp177, 9 miliar, " ungkap Firli.

Selama 2021, KPK juga mencatat telah menerbitkan 105 surat perintah penyidikan (sprindik) dengan jumlah 123 tersangka, 108 kegiatan penuntutan, 90 perkara berkekuatan hukum tetap (inkracht),  dan 94 eksekusi putusan pengadilan.

Optimalisasi asset recovery dalam tindak pidana korupsi selaras dengan strategi penindakan KPK yang bertujuan selain untuk memberi efek jera kepada para pelaku, juga bagaimana menyelamatkan, mengembalikan, dan memulihkan keuangan negara secara maksimal.

“Penindakan KPK tidak hanya berfokus untuk memberi efek jera para pelaku korupsi, namun juga mengedepankan asset recovery sebagai sumbangsih dan kontribusi KPK kepada negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), " kata Ketua KPK Firli Bahuri, yang didampingi Wakil Ketua Nurul Ghufron dan Alexander Marwata.

Menurut Firli, dalam melakukan optimalisasi asset recovery, KPK menempuh berbagai upaya dan kerja sama dengan instansi, K/L, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan lainnya, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. 

Dalam sinergi tersebut, juga berlaku asas timbal balik, di mana KPK berperan dalam berbagai upaya penanganan perkara dan asset recovery yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum lainnya, baik Kepolisian maupun Kejaksaan RI, serta lembaga-lembaga penegak hukum dari lintas yuridiksi.

Penindakan tindak pidana korupsi menjadi salah satu dari tiga strategi dalam Trisula Pemberantasan Korupsi yang diterapkan oleh KPK. Di mana KPK menjalakan strategi pendidikan, pencegahan, dan penindakan secara simultan dan terintegrasi satu sama lain. 

"Melalui strategi dan sinergi pemberantasan korupsi tersebut, KPK berharap bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi bangsa dan negara untuk mewujudkan masyarakat yang maju, makmur, sejahtera, bersih dari korupsi, " pungkas Firli. (***)

Update

Update

Previous Article

Kominfo Raih Angka Indeks Tertinggi dalam...

Next Article

Enam Fase Capaian Terukur dalam Siklus PMK...

Related Posts

Peringkat

Profle

Muh. Ahkam Jayadi

Iswan Dukomalamo

Iswan Dukomalamo

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Dec 28, 2021

Ibnu S. Mattangaran

Ibnu S. Mattangaran

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Nov 29, 2021

Udin Komarudin

Udin Komarudin verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 22, 2020

Totong Setiyadi

Totong Setiyadi

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Jun 7, 2021

Profle

Iswan Dukomalamo

Ribuan Warga Kota Tidore Kepulauan Hadir Meriahkan HUT PDIP ke-49 Tahun
Laksanakan LKAD, PAN Mesuji Siap dan Optimistis Sambut Pemilu 2024
Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa Dibuka Secara Resmi Oleh Anggota DPR-RI Novita Wijayanti
Partai NasDem Luwu Utara Siapkan Door Prize Rumah dan Kendaraan Bagi Pemilik E-KTA

Follow Us

Recommended Posts

Komisi III DPRD Barru Gelar RDP Terkait Penyaluran BPNT
Paripurna DPRD Barru, Ketua Komisi III Soroti Proyek Sudah Tender Belum Dikerjakan
Raker bersama Menkes, Hasnah Syam Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi Dasar Lengkap
Laksanakan LKAD, PAN Mesuji Siap dan Optimistis Sambut Pemilu 2024
Tony Rosyid: Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres