banner
banner

Selly Andriany Gantina Kritisi Upaya KPPPA Cegah Kekerasan Gender Berbasis ‘Online’

Selly Andriany Gantina Kritisi Upaya KPPPA Cegah Kekerasan Gender Berbasis ‘Online’
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengkritisi efektivitas dan efisiensi program-program kesetaraan gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Dimana program tersebut salah satunya dapat menangkal potensi kekerasan gender berbasis online yang marak terjadi.

Selly mencoba mengevaluasi beberapa program tersebut, seperti bidang pendidikan, dengan berjalannya pembelajaran secara daring selama pandemi mengubah cara belajar anak. Kejahatan gender secara online berpotensi terjadi dalam situasi tersebut dan negara harus memproteksi warganya agar tidak menjadi korban.

“Kejahatan online dan kekerasan seksual pada anak juga didorong oleh kondisi pandemi dan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini, belum pula permasalahan ekonomi yang turut memberikan dampaknya, ” terang Selly dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati beserta jajaran di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Oleh karena itu ia menyayangkan rencana refocusing anggaran Kementerian PPPA di saat problem tersebut masih marak terjadi. “Banyak catatan yang harus kami kaji dan dorong khususnya program mendorong pemberdayaan perempuan dan anak. Saya sedih dengan anggaran terbatas ini tapi saya lihat good will-nya untuk memaksimalkan program yang ada, " ungkap politisi PDI-Perjuangan itu.

Selly pun mengusulkan agar pemerintah dapat didorong untuk mengembalikan posisi anggaran kementerian itu kembali ke posisi awal sebelum refocusing. “Kekerasan seksual masih jamak di lingkungan kita. Bahkan saat pandemi masih terjadi. Dengan anggaran PPPA ini berkurang Rp12, 5 miliar rasanya kurang strategis. Mungkin perlu penguatan anggaran di program terkait, ” sebut legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Sementara itu Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam rapat tersebut memaparkan pada periode Januari-Mei 2021 saja jumlah kekerasan pada anak mencapai 2.654 kasus dan kekerasan perempuan mencapai 3.708 kasus. Sedangkan jumlah pengaduan kekerasan online mengalami tren kenaikan, dimana pada tahun 2019 sekitar 241 kasus menjadi 940 kasus di tahun 2020. (ah/sf)

DPR RI Selly Andriany Gantina KOMISI VIII PDIP
banner
POLITISI.ID

POLITISI.ID

Previous Article

Suryadi Jaya Purnama Nilai Pemerintah Lalai...

Next Article

Lisda Hendrajoni: Rawan Bencana, Sumbar...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update verified

Sumartono

Sumartono

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Nov 15, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 25, 2020

POLITISI.ID

POLITISI.ID verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Jul 9, 2020

Steven

Steven verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Update verified

Hasannudin Wahid Usulkan Menparekraf ‘Work From’ Dieng
Sudewo: Kegagalan Konstruksi Tol Jawa Harus Jadi Bahan Evaluasi
Sari Yuliati Prihatin Masih Ada Hiburan Malam yang Beroperasi di Masa Pandemi
Komarudin Watubun Dukung Penguatan Lembaga HAM di Papua
banner

Follow Us

banner