Sowan ke Ulama Jawa Tengah, Abdul Muhaimin Iskandar Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Sowan ke Ulama Jawa Tengah, Abdul Muhaimin Iskandar Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI

JATENG - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI menggelar silaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Minggu, (2/5/2021). Dalam silaturahminya, Gus AMI mengutarakan pentingnya kekuatan solidaritas di tengah pandemi Covid-19 yang kini masih menghantui Indonesia.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) sudah memberikan contoh yang baik betapa kekuatan itu mampu menjaga asa kebangkitan Indonesia meski dalam ancaman pandemi. “Inilah suasananya yang tentu Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan yang diikuti oleh umat yang memiliki basis kultural, kekuatan silaturahmi yang mengakar di mana-mana akan sangat bermanfaat (dan) memiliki daya topang ketahanan sosial sekaligus ekonomi, ” kata Gus AMI.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sepakat dengan dawuh Ketua Tanfiziyah PWNU Jateng, KH. Muzammil yang menyitir perlunya mengembalikan ghiroh Nahdlatut Tujjar di Indonesia, terutama bagi kalangan Nahdliyin. Menurutnya, semangat Nahdlatut Tujjar bisa membangkitkan ekonomi sebagai pilar penyangga kekuatan umat.

Semangat itu, lanjut Gus AMI, selaras dengan arah perjuangan PKB di legislatif maupun eksekutif. Gus AMI mengaku sudah menginstruksikan mereka untuk memperioritaskan tiga hal, pendidikan, ekonomi, dan pertanian dalam menghadapi pandemi dan pasca pandemi.

“Kita terus dorong presiden dan kementerian terkait untuk benar-benar menjaga dan mengelola siatem pendidikan ini berjalan dengan normal. SDM kita tentu terancam kalau kualitasnya tidak dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau perguruan tinggi online relatif terjaga dan efektif, tapi mulai SD sampai SMA ini masih menjadi tanda tanya efektifitasnya, ” ujarnya.

Kendati demikian, Gus AMI menyebut bahwa perguruan tinggi pun bukan berarti optimal 100 persen. Menurut dia peran perguruan tinggi belakangan ini mati dan mengalami kemandegan produktifitas dan kreatifitas. “Soal Covid-19 ini saya mendengar cuma dua kampus yang produktif. Satu UNAIR yang meracik obat. Yang satu lagi UGM membuat alat Genose untuk mengukur tingkat penularan Covid. Kampus yang lain belum terdengar, ” ungkap Gus AMI.

Selain recovery pendidikan, Gus AMI juga turut serta memperjuangkan recovery ekonomi, terutama UMKM dan pertanian. Menurutnya, recovery ekonomi mutlak harus dilakukan oleh pemerintah. “Hari ini pertanian, tadi Kyai Muzammil cerita bahwa pertanian adalah idola, solusi mengatasi krisis. Dan kita harapkan bukan hanya di masa krisis, pertanian juga betul-betul menjadi solusi yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional, ” ungkapnya.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) juga menyatakan pentingnya pemerintah untuk sesegera mungkin memperkuat seluruh landasan kultural bangsa. Salah satu infrasturuktur penopang kultural bangsa adalah sejarah.

“Sejarah alhamdulillah dulu kita mengawal misalnya resolusi jihad. Kita bikin kirab dari Surabaya ke Jakarta. Lalu kita bersama pak Jokowi mengusung Hari Santri Nasional, kita juga mendorong film Sang Kiai. Itu saja masih penuh tantangan misalnya saat sejarah KH. Hasyim Asyari hilang dalam buku sejarah nasional kita, ” tuturnya.

Oleh karena itu, Gus AMI menyebut fatwa para ulama terdahulu untuk berjam’iyyah mutlak harus dilakukan meski dalam lingkup kecil, agar bangsa Indonesia terkonsolidir dengan rapi, tidak compang-camping dan penanganannya lebih sistematis. “Dalam waktu dekat kita harus menyiapkan jejaring efektif, baik itu informasi, solidaritas atau ta’awun yang tidak boleh ketinggalan dalam setiap langkah kita, ” tutup Gus AMI.

Turut mendampingi Gus AMI pada silaturahmi tersebut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subhi, Anggota DPR RI M. Hasanudin Wahid dan Alamuddin Dimyati Rois. Rombongan diterima langsung Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidilah Shodaqoh, Ketua Tanfiziyah PWNU Jateng, KH M Muzammil, serta para pengurus PWNU Jateng lainnya. (dep/es)

Abdul Muhaimin Iskandar DPR RI PKB
POLITISI.ID

POLITISI.ID

Previous Article

Rachmat Gobel: Kualitas Pendidikan di Gorontalo...

Next Article

Lisda Hendrajoni: Rawan Bencana, Sumbar...

Related Posts

Peringkat

Profle

POLITISI.ID verified

Update

Update verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Sep 21, 2020

Narsono Son

Narsono Son verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 4

Registered: Sep 22, 2020

MEDIA POLITISI

MEDIA POLITISI verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Sep 22, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 25, 2020

Profle

Achmad Sarjono verified

Junaidi Auly: Pemerintah Harus Extra Waspada dan Redam Keinginan Terhadap Utang
AFK Majid Resmi Jadi Ketua LPP PKB Barru
Dedi Mulyadi: KLHK Punya Peranan Penting Jaga Kelestarian Alam
Ratna Juwita Sari Sayangkan Pemerintah Belum Kabulkan Kebutuhan Dana Abadi Pesantren

Follow Us

Recommended Posts

Dedi Mulyadi: KLHK Punya Peranan Penting Jaga Kelestarian Alam
Ace Hasan Dukung Sinergi BWI dan Kemenag untuk Literasi Perwaqafan
Ace Hasan Dukung Baznas Kelola Dana Zakat BUMN
Saleh Daulay Pertanyakan Strategi Pemerintah Hadapi Varian Baru Covid-19
Cegah Varian MU, Netty: Jangan Ragu Tutup Akses Masuk Indonesia