Enam Fase Capaian Terukur dalam Siklus PMK 2020-2025

Enam Fase Capaian Terukur dalam Siklus PMK 2020-2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memaparkan capaian bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK).

Hal itu didasari atas strategi PMK yang telah disiapkan melalui konsep Siklus PMK 2020-2025. Menko PMK Muhadjir mengutarakan, ada enam fase Siklus PMK, pertama fase prenatal dan ASI atau disebut juga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan balita.

“Pada fase ini yang menjadi perhatian pemerintah adalah memastikan kecukupan gizi dan pola asuh bayi, batita, dan balita untuk mencegah gagal tumbuh (stunting), ” kata Muhadjir pada Taklimat Bidang PMK secara daring pada Rabu (29/12/2021).

Kedua, fase usia dini anak. Pemerintah telah menginisiasi program Pendidikan Anak Usia Dini - Holistik Integratif (PAUD-HI) yang memaksimalkan kemampuan kognitif anak (stimulasi psikologis, pola asuh yang tepat, pemberian makan yang tepat) termasuk pembiasaan pada nilai-nilai karakter yang baik.

Fase ketiga, wajib belajar atau fase investasi sekolah melalui wajib belajar 12 tahun dan penguatan pendidikan karakter. Namun kata Muhadjir, pencapaian wajib belajar 12 tahun ini masih terkendala dengan belum maksimalnya capaian Angka Partisipasi Kasar (APK).

Seperti yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di mana APK SMP/sederajat menjadi 95, 43 persen tahun 2024 dan APK SMA 84, 02 persen.

Fase keempat yaitu fase perguruan tinggi, yang menargetkan peningkatan produktivitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Ini sangat dibutuhkan agar Indonesia siap menghadapi bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang.

Untuk mencapai target dimaksud, kata Muhadjir, berbagai strategi telah dilakukan pemerintah, diantaranya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi, menguatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan.

Serta meningkatkan sinergitas antara perguruan tinggi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Berikutnya, fase kelima yaitu produktif ialah fase manusia memasuki dunia kerja, membangun keluarga berkualitas.

Muhadjir menjelaskan, saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi seperti minimnya serapan tenaga kerja akibat menuntut kompetensi yang tinggi termasuk kemampuan berbahasa inggris dan penguasaan IT.

“Pada fase ini, pemerintah juga memiliki PR besar yaitu menyiapkan generasi selanjutnya dalam membangun keluarga. Oleh karena itu, kita sudah mulai melakukan terobosan melalui pembekalan bagi calon pengantin (catin) lewat program bimbingan pranikah, ” kata Muhadjir.

Harapannya, lanjutnya upaya itu juga akan berdampak pada berkurangnya angka bayi berat lahir rendah (BBLR) yang berisiko stunting. Fase keenam atau yang terakhir yaitu fase lanjut usia (lansia).

Pada fase ini diharapkan bisa mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.

Menurut Muhadjir, hal itu bisa dimulai dengan gaya hidup sehat dan olahraga secara teratur sebagaimana anjuran pada program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Namun demikian, selain program GERMAS, keenam fase SIKLUS PMK dikuatkan juga oleh program dukungan lainnya, yaitu: pertama, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kedua, Bantuan Sosial (Bansos), ketiga Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan.

Keempat, Penanggulangan Bencana, kelima, Disabilitas, dan keenam GERMAS itu sendiri. Muhadjir mengatakan keenam program dukungan tersebut akan menguatkan dan mempercepat tercapainya target pembangunan bidang PMK.

“Dengan kolaborasi dan sinergi seluruh K/L, daerah, dan mitra pembangunan, saya yakin capaian pembangunan bidang PMK akan terus meningkat dan membawa Indonesia menjadi lebih maju ke depannya, ” kata Muhadjir. (***)

Update

Update

Previous Article

Selama 2021 KPK Berhasil Lakukan Asset Recovery...

Next Article

Refleksi Akhir Tahun 2021, Ketua MA: Bersinergi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Muh. Ahkam Jayadi

Iswan Dukomalamo

Iswan Dukomalamo

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Dec 28, 2021

Ibnu S. Mattangaran

Ibnu S. Mattangaran

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Nov 29, 2021

Udin Komarudin

Udin Komarudin verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 22, 2020

Totong Setiyadi

Totong Setiyadi

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Jun 7, 2021

Profle

Iswan Dukomalamo

Ribuan Warga Kota Tidore Kepulauan Hadir Meriahkan HUT PDIP ke-49 Tahun
Laksanakan LKAD, PAN Mesuji Siap dan Optimistis Sambut Pemilu 2024
Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa Dibuka Secara Resmi Oleh Anggota DPR-RI Novita Wijayanti
Partai NasDem Luwu Utara Siapkan Door Prize Rumah dan Kendaraan Bagi Pemilik E-KTA

Follow Us

Recommended Posts

Komisi III DPRD Barru Gelar RDP Terkait Penyaluran BPNT
Paripurna DPRD Barru, Ketua Komisi III Soroti Proyek Sudah Tender Belum Dikerjakan
Raker bersama Menkes, Hasnah Syam Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi Dasar Lengkap
Laksanakan LKAD, PAN Mesuji Siap dan Optimistis Sambut Pemilu 2024
Tony Rosyid: Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres