banner
banner

Suhardi Duka: Program Kementan Harus Berorientasi Manfaat

Suhardi Duka: Program Kementan Harus Berorientasi Manfaat
Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka mengingatkan agar program-program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI tidak hanya berorientasi menyelesaikan anggaran, namun berorientasi pada manfaat dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Suhardi mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Sekjen Kementan; Dirjen Perkebunan; Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian; dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI.

“Intinya, jangan orientasi menyelesaikan anggaran atau menyelesaikan proyek, tapi orientasi manfaat. Kenapa kita bantu ini, karena kita kekurangan konsumsi daging bagi masyarakat. Jadi kita ingin salah satu pendapatannya adalah sektor peternakan, ” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat ini saat menyampaikan pandangannya di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Suhardi meminta dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat, seperti sapi, kambing, domba, babi dan ayam disesuaikan berdasarkan wilayahnya dan sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diajukan. Tak hanya itu, Suhardi menekankan agar jangan sampai hewan ternak yang disalurkan adalah hewan yang masih anak-anak dan harus sesuai dengan yang disosialisasikan kepada calon penerima.

Diketahui, pada Rancangan Anggaran Belanja Tahunan (RAPBN) Tahun Anggaran 2022, Ditjen PKH berfokus pada ketersediaan akses dan konsumsi pangan yang berkualitas, peningkatan nilai dan daya saing industri serta dukungan manajemen. Adapun target produksi mencapai 4, 59 juta ton untuk produksi daging yang meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, itik dan babi.

Untuk produk ekspor, target yang dipatok sebesar 376.052 ton yang meliputi hewan hidup, produk pangan segar dan olahan, produk nonpangan, obat hewan serta bibit dan benih. Target ini dibentuk sebagai upaya untuk membangun ketahanan angan asal ternak dan peningkatan kesejahteraan peternak.  

Politisi dapil Sulawesi Barat ini berharap jangan sampai program ini seperti ‘dibuang’ saja, yang ketika sudah terlaksana, maka dianggap selesai. Namun, perlu dibina sehingga pengelolaan hewan ternak ini dapat berlangsung dengan baik di ranah peternak.

“Begitu juga saya kira supaya lebih bagus. Mereka menerima bantuan itu, mereka di Bimtek (Pelatihan/Bimbingan Teknis). Diberikan cara untuk bagaimana memelihara, bagaimana menanggulangi kalau ia sakit dan sebagainya sehingga kita bisa melahirkan ini, bisa memperbanyak nantinya, dan sebagainya, ” tutup Anggota Badan Anggaran DPR RI itu. (hal/sf)

Suhardi Duka DPR RI KOMISI IV DEMOKRAT
banner
Update

Update

Previous Article

Martin Manurung: Penanganan Pandemi Indonesia...

Next Article

Imron Amin Prihatin atas Alutsista di Kodam...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update verified

Sumartono

Sumartono

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Nov 15, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Sep 25, 2020

POLITISI.ID

POLITISI.ID verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Jul 9, 2020

Steven

Steven verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Update verified

Hasannudin Wahid Usulkan Menparekraf ‘Work From’ Dieng
Sudewo: Kegagalan Konstruksi Tol Jawa Harus Jadi Bahan Evaluasi
Sari Yuliati Prihatin Masih Ada Hiburan Malam yang Beroperasi di Masa Pandemi
Komarudin Watubun Dukung Penguatan Lembaga HAM di Papua
banner

Follow Us

banner