Syarief Abdullah Siap Perjuangkan Perbaikan Infrastruktur Barito Kuala

Syarief Abdullah Siap Perjuangkan Perbaikan Infrastruktur Barito Kuala
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie siap memperjuangkan aspirasi perbaikan jalan dan infastruktur di wilayah Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Selaku Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, dirinya akan menyampaikan usulan penambahan dana DAK untuk wilayah Barito Kuala kepada jajaran kementerian terkait.

Demikian disampaikan Syarief usai menerima audiensi DPRD Barito Kuala Provinsi Kalsel, di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

“Berkaitan dana DAK, saya yang juga Anggota Banggar tentu segera saya sampaikan aspirasi dari DPRD Barito Kuala. Terkait infrastruktur, akan segera kita tangani berkaitan persoalan jalan nasional yang rusak terlebih karena itu merupakan kewenangan nasional, ” ujar Syarief.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga mendorong agar DPRD Barito Kuala meningkatkan berkoordinasi dengan Balai Teknologi Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk meningkatkan ketersediaan air bersih yang berkualitas. Sehingga keinginan rakyat untuk bisa menikmati air bersih dapat tercapai. Terlebih, air bersih merupakan program prioritas nasional

Di sisi lain, Syarief berharap tidak ada kesenjangan antar wilayah dalam pendapatan asli daerah (PAD) agar tujuan pembangunan secara merata dapat tercapai.

“PAD berbeda-beda di tiap wilayah, di Kalsel ada wilayah yang memiliki PAD besar karena adanya tambang di daerah tersebut. Namun, ada yang tidak mempunyai tambang sehingga PAD-nya terhambat. Kami berharap, tidak ada kesenjangan dalam pendapatan PAD agar pembangunan bisa secara merata, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Barito Kuala M. Zamruni menyampaikan wilayah Barito Kuala mengalami kendala dalam pembangunan infrastruktur terlebih daerah tersebut baru saja mengalami banjir. Kondisi geografi dan topografi wilayah Barito Kuala yang merupakan kawasan rawa dan lahan gambut sehingga bercorak agraris. Namun, arah pembangunannya sangat bergantung dengan PAD atau APBD yang masih sangat jauh tertinggal.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai berdampak pada pemangkasan anggaran.  “Anggaran kami 50 persen dipangkas pada tahun 2020 berdasarkan SKB 3 menteri yakni pemangkasan dari belanja jasa, barang dan modal. Sama halnya pada tahun ini berdasarkan PMK Nomor 17. Tentu, kami meminta masukan dari DPR RI terkait dana DAK yang akan menopang pembangunan di daerah kami, ” tutupnya. (pun/es)

Syarief Abdullah Alkadrie DPR RI KOMISI V NASDEM
POLITISI.ID

POLITISI.ID

Previous Article

Syahrul Aidi Maz'at Minta Pelni Maksimalkan...

Next Article

Lisda Hendrajoni: Rawan Bencana, Sumbar...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update verified

POLITISI.ID

POLITISI.ID verified

Postingan Bulan ini: 29

Postingan Tahun ini: 233

Registered: Jul 9, 2020

Narsono Son

Narsono Son verified

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Sep 22, 2020

Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed verified

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Sep 22, 2020

Sumartono

Sumartono

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Nov 15, 2020

Profle

Ryawan Saiyed verified

Sebelum Diperpanjang, Puan Maharani Minta Pemerintah Sampaikan Evaluasi PPKM Darurat
Rofik Hananto: Pemerintah Diminta Manfaatkan Momentum Kenaikan Harga Batu Bara
Rencana PPKM Darurat 6 Minggu, Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat
Ito Anjarini DPRD Banyumas Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Sokaraja Kidul

Follow Us

Recommended Posts

Puan Maharani: ASN Harus Proaktif, Terdepan Menjadi Solusi
Fikri Faqih: Asesmen Nasional Berbau Politis dan SARA
Heri Gunawan: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang
Dukung Perbankan Syariah, Anis Byarwati Ajak BI Jaga Iklim Ekonomi dan Sosial
Digitalisasi Siaran TV, Rachel Maryam Sayidina Minta Kominfo Tidak Tergesa-Gesa